Anda sedang mencari inspirasi resep Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam) yang unik? Cara membuatnya memang susah-susah gampang. Jika keliru mengolah maka hasilnya tidak akan memuaskan dan justru cenderung tidak enak. Padahal Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam) yang enak harusnya sih memiliki aroma dan rasa yang mampu memancing selera kita.
Banyak hal yang sedikit banyak berpengaruh terhadap kualitas rasa dari Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam), mulai dari jenis bahan, selanjutnya pemilihan bahan segar, sampai cara membuat dan menyajikannya. Tidak usah pusing kalau ingin menyiapkan Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam) enak di rumah, karena asal sudah tahu triknya maka hidangan ini dapat jadi suguhan spesial.
Nah, kali ini kita coba, yuk, variasikan Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam) sendiri di rumah. Tetap dengan bahan yang sederhana, sajian ini bisa memberi manfaat dalam membantu menjaga kesehatan tubuh kita. Anda bisa membuat Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam) memakai 8 jenis bahan dan 16 langkah pembuatan. Berikut ini cara dalam membuat hidangannya.
Clover bulan ini menantang bikin Cakwe dan ini benar-benar tantangan. Yg bikin penasaran adalah cakwe yang berongga dengan basic dough memakai baking soda dan baking powder tanpa yeast. Menurut saya lebih tricky ketimbang yang pakai ragi sehingga saya lebih concern pada dough jenis itu. Rata-rata resep mengatakan harus diresting di dalam kulkas minimal 2 jam atau semalaman. Percobaan pertama saya pakai putih telur dan mengikuti satu resep. Ditaruh di kulkas selamaman. Ketika digoreng berat dan tidak keruan kerasnya serta tak berongga. Yg kedua pakai satu resep dengan mengikuti prosedur hasilnya begitu juga. Setelah lihat tips dari Mbak Vita Jaurina di WAG Clover ternyata butuh penanganan khusus dalam mengulen. Tak boleh seperti menguleni dough roti. Dari situ saya sadar resep yg saya ikuti tidak salah. Penanganan saya pada dough yg salah. Itu membuat saya jera bikin cakwe. Tapi mumpung lagi bikin bubur di rumah aku iseng bikin cakwe lagi. Aku nemu satu resep yg resting cuma 2 jam tanpa di kulkas. Tapi aku modif sedikit. Aku bikin 1/2 resep takut jeblok lagi ππ. Aku pakai tepung protein sedang. Hasilnya sudah ada rongganya dan kalau digoreng mengapung. Tapi kurang melekat saja ketika digoreng karena aku nggak dibasahin dulu waktu nekan adonannya. Nantilah aku sempurnakan lagi dan resting agak lama lagi. Sudah cukup puas kali ini dengan rasa yang enak. Source - (Youtube) Enny Tangerang #PejuangGoldenApron3 #EmakNusantaraKreatif #BeresCloverJan2021 #Jangancakwekanaku
Bahan-bahan dan bumbu yang perlu dipersiapkan untuk membuat Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam):
- 350 gram tepung terigu protein tinggi (aku pro sed)
- 2 sdt susu bubuk full cream(aslinya Susu kental manis 1 sachet)
- 250 ml air
- 50 ml minyak goreng
- 1 sdt baking soda
- 1 sdt baking powder
- secukupnya garam (aslinya 1 sdt)
- 1 sdt vetsin
Langkah-langkah untuk membuat Cakwe Ekspress ala Violet (Tanpa Ragi & Telur Resting 2 Jam)
1
Siapkan tepung terigu. Lebih baik pakai yang protein tinggi atau cakra kembar. Aku pakai protein sedang.
2
Tambahkan baking powder, baking soda, susu bubuk, garam dan vetsin. Nah di sini yg jadi perhatianku. Logikanya mengulen adonan adalah untuk meratakan bahan agar tercampur rata. Di dalam langkah ini aku aduk benar-benar supaya tercampur rata dan nanti tak perlu lama mengadon sehingga bantat. Hasil yg sebelumnya juga terasa pahit di lidah karena penggunaan baking soda yang tidak rata distribusinya di dalam adonan. Jadinya aku aduk rata banget dengan sendok kering di dalam proses ini.
3
Setelah diaduk rata buat lubang di tengah tepung dan beri air di lubang tersebut. Aduk satu arah menggunakan sendok hingga sendok mentok dengan adonan yang agak menyatu tak bisa teraduk sendok lagi. Bisa juga aduk pakai centong atau garpu. Lebih bagus pakai centong biar sambil ditekan-tekan.
4
Jika sudah mentok gunakan tangan. Nah di sini tak perlu diulen. Cukup satukan adonan. Kalau pakai terigu protein tinggi lebih mulus dan lentur.
5
Setelah dough disatukan beri minyak dan ratakan tanpa perlu banyak mengulen. Cukup diulen seperlunya saja. Perlu diperhatikan bahwa adonan agak sticky dan basah seperti ini. Tutup wadah dengan plastic wrap atau serbet lembab (yg dibasahi dan diperas), lalu diamkan selama 2 jam.
6
Ini adonan setelah 2 jam. (Aku ambil secubit untuk dites ketika menggoreng ππ).
7
Oles sedikit minyak pada permukaan tempat kita meratakan adonan. Bisa juga ditaburi tepung. (Belakangan aku pikir sepertinya lebih baik ditaburi tepung saja biar adonan tak mudah lepas saat digoreng atau dipotong. Tapi jangan kebanyakan tepungnya. Hanya untuk agar adonan tak terlalu lengket di permukaan alas saja)
8
Ambil adonan dan letakkan di atas wadah datar yang berminyak atau ditepungi tadi. Nah di sini juga point pentingnya. Jangan digilas. Cukup ditekan-tekan saja hingga berbentuk persegi panjang. Tekannya pun mesti perlahan agar tak merusak rongga yang telah terbentuk dalam adonan. Adonan masih agak tebal jadi jangan terlalu dipipihkan agar rongga tetap terjaga. Tekan seperlunya saja jangan sampai tipis.
9
Kalau perlu ratakan sisinya perlahan agar membentuk persegi panjang yang utuh dengan jari. Pelan-pelan saja ratakannya. Perlahan tapi penuh perasaan. Tak apa kalau terlihat berlubang-lubang atau tak rata. Nanti akan mulus sendiri ketika kita memotong adonan.
10
Potong adonan dan bagi berpasangan. Setiap potongan harus punya pasangan karena nanti akan kita rekatkan berdua.
11
Ambil satu adonan dan tekan bagian tengahnya dengan sumpit atau lidi atau bagian belakang pisau. Tekan tapi tak terputus. Disarankan untuk membasahi dulu sumpit atau lidi atau bagian belakang pisau setiap kali ingin menekannya. Membasahinya bertujuan untuk merekatkan adonan dengan sempurna agar tidak lepas ketika digoreng atau dipotong. (Aku pakai percobaan dengan dua alat : Sumpit dan belakang pisau. Ternyata yang pakai sumpit lebih cakep dan lebih kuat melekat hasilnya ketika digoreng).
12
Tumpuk satu adonan diatas adonan yang sudah ditekan tengahnya tadi. Tekan lagi tengah adonan yang sudah ditumpuk itu dengan sumpit atau belakang pisau atau lidi dengan dibasahi dulu sebelum digunakan untuk menekan adonan (Nah di sini juga point pentingnya untuk lebih baik menggunakan taburan tepung saja di alas kerja ketimbang minyak karena dough akan menjadi lebih lentur dan tak terlalu melekat karena terlalu berminyak)
13
Setelah ditumpuk dan ditekan tarik adonan perlahan agar memanjang. Langkah ini optional tergantung seberapa panjangnya adonan yang Anda ingini.
14
Minyak dipanaskan dengan api sedang. Minyak benar-benar harus panas agar adonan bisa mengembang. Masukkan adonan dan goreng. Harus dibolak-balik terus tiap sisi biar matang merata dan mengembang sejak ia mengapung di minyak. Indikator cakwe kita berhasil adalah ketika digoreng ia akan mengapung. Tandanya tak bantat dan berat. Menggorengnya jangan terlalu crowded alias terlalu banyak. Cukup satu atau dua adonan sekali goreng untuk memberikan ruang mengembang dan agar panas minyak tetap terjaga.
15
Begini ketika diiris. Aku ambil satu yang tak melekat terlalu kuat tadi untuk diiris untuk dilihat dalamnya (Makanya irisannya kayak setengah cakwe gitu bentuknya π). Ternyata sudah ada rongga yang terbentuk. Tapi sepertinya kurang lama restingnya. Yang pakai sumpit lebih kuat melekatnya ketika digoreng jadi 2 saja yg utuh. Sisanya yang pakai belakang pisau agak mudah lepas waktu digoreng. Tapi ini tergantung basic dough dan dibasahi atau tidaknya sumpit atau belakang pisau tadi.
16
Sajikan. Enak juga sebagai topping bubur. Cukup puas dengan hasil dan rasa yang tak terasa pahit baking soda karena di awal langkah tadi teraduk rata. Dalamnya lembut karena penggunaan susu serta gurih. Tapi lain kali mau coba yg resting semalaman ππβ.